percakapan-facebook-dengan-nama-alay

Pentingnya Nama Asli Walaupun di Sosial Media

Seringkali saya perhatikan pengguna sosial media membuat namanya dengan yang aneh-aneh. Terkadang malah ada yang susah dibaca. Saya yakin sekali nama asli yang sebenarnya pasti bukan seperti itu. Kelihatan agak gak masuk akal, khususnya untuk nama-nama orang di Indonesia. Padahal toh saat kita waktu kecil, setiap orang tua pasti memiliki alasan, niat dan sebuah harapan besar ketika memberikan nama pada kita. Iyaa kan?

Apa iyaa ada orang tua yang mau buatin nama anaknya dengan istilah yang aneh-aneh? Pasti jarang lah kalau pun ada. Orang tua yang sayang pada anaknya, tentu akan berusaha agar anaknya kelak bisa menjadi orang yang baik. Salah satu wujud dari harapan mereka adalah dengan memberikan nama yang baik untuk kita. Jadi, kenapa setelah besar kamu malah sok-sokan buat nama yang lain?

Harusnya iyaa, kita berusahalah supaya nama yang dilekatkan pada diri kita sejak kecil itu kita jaga. Kita usahakan supaya nama itu dikenal banyak orang. Kita usahakan supaya nama itu menjadi berharga. Kita usahakan supaya nama itu benar-benar memiliki makna yang baik sesuai dengan kemampuan kita. Kalau begini, orang tua kita pasti senang.

Sampai sini Anda masih setuju dengan saya?

Kalau iyaa, kita lanjut. Kalau gak, ngapain Anda repot-repot baca tulisan ini, iyaa kan?

Supaya apa pakek nama alay di Sosial Media?

Kita sebut aja istilah yang buat nama-nama aneh selain nama asli dia sebenarnya itu adalah nama alay. Terserah Anda mau nganggap itu nama keren, nama beken, nama akrab, nama pendek, nama samaran atau nama apalah. Bagi saya tetap aja intinya itu nama alay.

Oke, jadi sebenarnya untuk apa membuat nama alay di sosmed?

Bisa jadi penyebabnya adalah :

  • Dia pengen kelihatan namanya jadi keren.
  • Berarti dia mau nutupin namanya sendiri.
  • Sama aja dengan dia nganggap nama aslinya gak bagus.
  • Mungkin dia mau dikenal lebih akrab.
  • Punya kenangan istimewa dengan nama alay-nya.
  • Banggain nama komunitas atau kelompoknya. 
  • Atau gak terima dengan nama pemberian orang tuanya sendiri.
  • Supaya lebih singkat, mudah dan terkesan sederhana.

Pastinya setiap orang punya alasan yang berbeda-beda. Yang saya sebut diatas juga cuman sebatas contoh saja. Bisa benaran pas atau bisa juga malah sama sekali gak cocok dengan alasan Anda.

percakapan-nama-asli-nama-alay-sosial-media
Contoh percakapan diatas cuman karangan saya aja!

Sepanjang saya kenal orang-orang di sosmed seperti Facebook, Twitter, BBM dan lain-lain pokoknya pasti selalu ada saja yang masih mau memakai nama alay. Walaupun sebenarnya dia bukan orang yang alay. Awalnya memang saya kira kebanyakan mereka adalah kalangan remaja yang baru kenal sosial media. Tapi gak semua ternyata. Ada juga beberapa orang dewasa. Mungkin saja dia punya alasan kuat kenapa tetap mau menyembunyikan nama aslinya.

Untuk yang cuman iseng-iseng ini, agak heran saya lihatnya.. heheh..

Nama Asli Sebagai Personal Branding

Apapun ceritanya menggunakan nama asli adalah yang paling wajar. Mau dimana pun itu. Sekalipun cuman sekedar akun dunia maya. Tetap saja toh itu bagian dari diri kita juga. Bisa jadi suatu saat kita kenalan dengan orang lain dari dunia maya, yang sebelumnya kita gak kenal dengan mereka di dunia nyata. Sadarilah pasti pengaruhnya tetap sama. Sama-sama bisa jadi teman kita yang sebenarnya, iya kan?

Contoh misal seperti si kambing jantan itu. Dia terkenal lewat dunia maya. Siapa namanya? Raditya Dika. Dan apa nama blognya? Akun Youtube-nya apa? Dia tetap pakai namanya sendiri. Coba bayangkan semisal kemarin dia sepele dengan penggunaan nama di sosial media. Dia buat namanya Raditya Si Kambing. Maka saat orang mulai banyak mengenal dia, nama itulah yang akan melekat dengan dirinya.

Sederhananya Personal Branding iyaa seperti itu. Saat orang mulai mengetahui kemampuan kita, mulai tahu keberadaan kita, pokoknya diri kita udah mulai kelihatan ada nilainya, maka orang-orang tentu butuh nama kita. Orang-orang butuh merek yang bisa disebut. Dan nama kita lah yang akan menjadi merek sehingga akan terus diingat oleh orang lain.

Anda kenal @poconggg siapa nama aslinya? Arif Muhammad. Apa dia dikenal dengan namanya? Tidak. Dia lebih terkenal dengan sebutan si poconggg. Jadinya agak aneh kan? Harusnya kita bisa bangga kalau orang lain kenal nama asli kita. Lah, ini udah punya nama bagus bagus, malah dipanggil orang dengan sebutan pocong.

Seberapa Penting Arti Nama Anda?

Saya dulu juga pernah buat-buat nama yang aneh. Kemudian saya mulai pikir-pikir, dan akhirnya saya sadar bahwa itu sama sekali gak ada artinya. Semenjak itu saya komitmen untuk menggunakan nama asli sebenarnya di semua akun dunia maya yang saya punya. Boleh di-cek sendiri.

Dan saat ini juga saya malah merasa tertantang untuk bisa membuat nama saya berada di posisi teratas pencarian Google. Seperti yang pernah saya ceritakan lewat tulisan Keyword Chaidir Harus Bisa Pejawan. Emang supaya apa? Iyaa gak apa-apa. Semakin banyak orang yang kenal kita kan semakin bagus.

Gimana coba caranya supaya orang bisa cepat kenal kita? Salah satunya kan dengan nama. Dan setiap orang pasti akan merasa lebih berharga saat kita bisa ingat namanya. Sekali lagi saya ulangi, Anda pasti sangat senang jika orang lain selalu ingat nama Anda. Coba kalau teman-teman SD dulu gak ingat nama Anda, gimana rasanya?

“Ah, mungkin saya gak ada artinya buat mereka sampe mereka pun udah lupa dengan nama saya”

Baca baik-baik kalimat ini :

Setiap orang susah mengingat hal yang rumit, susah, ribet, gak jelas, jarang didengar, dan pokoknya yang gak mudah pasti orang malas mengingatnya. 

Tahu kenapa di pinggiran jalan terkadang sering kita lihat ada spanduk yang dipasang berjejer lebih dari satu? Itulah sebabnya. Yang kelihatan sesekali agak susah diingat. Coba kalau semakin sering, pasti makin cepat pula nempel di kepala. Gitu juga nama kita.

Makanya saya justru nganggap sosial media itu adalah media promosi yang paling ampuh. Efek viralnya bisa lebih cepat menjalar kemana-mana. Bahkan enaknya GRATIS! Terkadang kita gak perlu repot sebarin kartu nama. Profil akun sosmed kita pun juga bisa dijadikan sebagai kartu nama kalau di dunia maya.

*****

Saya rasa cukup sekian tulisan curhat hari ini. Oh yaa, tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari salah seorang yang baru saya kenal lewat sosial media. Namanya Ve Novrika. Saya tahu ini bukan nama lengkap aslinya.

Jadi, setelah ini kalau Anda masih tetap juga menggunakan nama alay, jangan salahkan saya entar seterusnya saya jadi ingat Anda dengan nama alay tersebut pula.

Kalau misalkan kapan-kapan saya mau kirim hadiah ke Anda, gimana? Atau misal saya mau mampir jalan-jalan ke rumah Anda. Atau saya mau jalin kerjasama bisnis dengan Anda. Saat di dunia nyata saya pasti akan kesulitan mencari orang dengan nama alay seperti yang Anda gunakan di sosial media sekarang ini.

Iyaudah kalau gitu saya cari orang lain aja yang namanya lebih jelas. Hehehe..

Sampai jumpa di tulisan saya lainnya!!

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *