connecting

Inilah Kenapa Orang Bisa Akrab Walaupun Baru Kenal

orang-bisa-akrab-walaupun-baru-kenal

Pernahkah Anda melihat orang yang asyik ngobrol walaupun masih baru kenalan tapi mereka bisa langsung jadi akrab? Atau mungkin Anda pernah mengalaminya sendiri? Tentu sangat menyenangkan kan kalau kita bisa langsung akrab dengan orang lain. Jadinya kita bisa cepat dapet banyak teman baru. Dan biasanya orang lain pun senang saat ketemu dengan kita.

Dua alasan utama yang bisa membuat orang lebih mudah akrab adalah :

  1. Adanya persamaan
  2. Adanya kepercayaan

Contohnya, kita tahu bahwa Indonesia ini kan terpisah-pisah dengan pulau. Ada berbagai suku dan budaya yang jelas-jelas saling berbeda antara penduduk satu dengan yang lain. Lalu kenapa dulu pas dijajah, kita semua mau bergerak untuk perang bareng-bareng? Bisa jadi itu dikarnakan dari yang berbeda-beda tadi, kita semua ketemu di satu titik persamaan. Sama-sama dijajah, sama-sama pengen merdeka. Jadinya iyaa kita pun ‘merasa’ bersatu.

Anda punya hobi? Atau punya hal yang sangat Anda sukai? Gimana rasanya saat Anda ketemu dengan orang yang sama hobinya dengan Anda? Pasti langsung connect iyaa kan?

Ketika kita punya kesamaan, cara berpikir kita pun cenderung searah. Saat ngobrol pun kita jadi lebih cepat mengeri apa yang mau dibicarakan. Dan kalau kita ngerti apa yang menjadi bahan pembicaraan, situasinya tentu jadi lebih nyaman buat kita. Saat kita merasa nyaman, disitulah jalinan kedekatan akan muncul. Kalau udah ‘merasa’ dekat, jadinya kita pasti bisa lebih akrab kan?

Membangun Persamaan Membuat Orang Lebih Nyaman

Kalau misalkan kita fokus pada titik perbedaan pasti suasana yang muncul pun agak kurang enak. Pada dasarnya, pikiran kita ini seakan-akan kurang peduli dengan hal-hal yang gak sehubungan dengan apa yang kita suka. Saat dipaksain ngobrol pun yang ada malah kita jadi gak betah.

Saya jujur gak suka nonton sepakbola, jadinya kalau teman-teman di kelas lagi pada ngobrolin skor pertandingan ini dan itu iyaa saya cuek aja. Kenapa saya gak peduli dengan obrolan tersebut? Karna kan saya gak tahu apa-apa dengan topik yang dibicarakan. Beda dengan yang suka.

Jadi, usahakan saat kita mau ngobrol dengan orang yang baru dikenal gunakan jurus Membangun Kesamaan. Cari kesukaan lawan bicara kita apa. Atau minimal buat kesamaan dulu deh. Misal seperti ini :

“Mbak, asalnya dari Mana?
“Saya dari Bandung. Tapi sekarang lagi nge-kost di Jakarta.”
“Waah, saya dulu pernah tuh main ke Bandung. Bahasanya lembut enak kalau ngobrol.”
“Iyaaa. Emang Mas sendiri asalnya dari mana?
“Saya dari Medan. Tapi saya orang Jawa bukan Batak.
“Oooh.. saya juga Jawa sih, kalau ibu Sunda. Bisa bahasa Jawa Mas? “
“Bisa.. kalau ada yang ajarin! Hehehe..

Bicarakan Kesamaan dan Makna Positif

Iyaa kira-kira begitulah. Intinya kalau bisa kita usahakan supaya gak nmenggunakan kalimat-kalimat yang negatif. Meski saya asal Medan, setidaknya saya bisa bangun kesamaan dengan bilang saya pernah main ke Bandung. Kebetulan karna memang saya pernah. Kalau jawabannya gak ada samanya dengan kita, iyaa pancing aja ke arah yang sama.

Seperti kalimat terakhir, mestinya saya bilang “Gak Mbak, saya gak bisa bahasa Jawa!”. Tapi disitu saya becandain aja dengan bilang bisa. Karna kalau saya bilang enggak kan berarti kesannnya seperti penolakan ke lawan bicara dan ini negatif. Mestinya kita buat supaya lawan bicara tertarik untuk ngobrol terus dengan kita.

Biasanya saat lawan bicara udah mulai merasa ada kesamaan antara dirinya dengan kita, nanti dia pasti akan mulai sering balik nanya. Misal, kebetulan si lawan bicara suka ngeblog, gitu dia tahu bahwa saya blogger pasti dia akan lebih kepo. Atau apapun itu kesamaannya, yang jelas kita pasti akan lebih penasaran dan pengen cari tahu banyak hal-hal yang relevan dengan minat kita sendiri.

Sekian dulu yaa. Besok saya lanjut lagi dengan alasan yang kedua yaitu Kepercayaan.

Sampai jumpa!

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *