DSC02063-copy

Cara Sukses Membangun Usaha Sendiri

Sudah lama saya punya impian untuk menjadi seorang pengusaha. Tapi iyaa memang bisa dibilang saya ini belum punya banyak pengetahuan apalagi pengalaman di dunia wirausaha. Mungkin waktu itu saya hanya banyak termotivasi karna sering mengikuti seminar-seminar dan pelatihan. Ditambah saya juga sering baca-baca buku karyanya Ippho Santosa. Jadinya dari situ saya mulai berpikir dengan otak kanan. Bagaimana supaya saya bisa menciptakan suatu pekerjaan sendiri. Yaitu dengan cara berwirausaha.

Pada tulisan kali ini saya mau sedikit berbagi cerita kepada sahabat pembaca. Tentang bagaimana perjalanan saya ketika belajar untuk menjadi seorang pengusaha. Bagi kalian yang ingin tahu seperti apa caranya membangun usaha sendiri, silahkan baca cerita singkat berikut ini :

Sukses Membangun Event Organizer

Baru tamat SMK selepas Ujian Nasional, saya langsung nekad untuk membuat Event Organizer. Kebetulan waktu itu saya mantan Ketua Osis, jadinya saya bisa mengajak beberapa teman-teman seangkatan saya untuk bergabung membangun sebuah tim usaha. Hingga terbentuk lah Unics Organizer dengan jumlah tim sebanyak delapan orang. Berdirinya sekitar bulan Maret 2012.

Alhamdulillah kami sukses menyelenggarakan beberapa event training motivasi. Untuk pembicara kami tidak hanya mengundang dari lokal saja. Bahkan juga beberapa kami datangkan dari luar kota. Walaupun memang untungnya tidak seberapa. Tapi cukup lumayan lah. Karna memang usaha ini saya bangun dengan modal Nol Rupiah (Rp. 0,-)

sukses-membangun-event-organizer

Hingga akhirnya tim saya satu per satu mulai berguguran. Alasannya memang karna mereka ingin bekerja di tempat lain. Berhubung saya pun belum bisa menggaji mereka, jadinya iyaa saya mau bilang apa. Selain kerja juga ada beberapa diantaranya yang lebih memilih untuk lanjut kuliah. Jadi terakhir saya putuskan untuk gak melanjutkan usaha event organizer ini.

Buka Usaha Jamur Kriyuk Tiraman

Berawal dari adanya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diselenggarakan oleh pihak kampus, dari sinilah saya mencoba untuk membuka usaha sendiri. Awalnya saya membentuk tim dengan satu orang teman di kelas. Tapi karna prosesnya yang terbilang cukup lama, jadinya teman saya lebih memilih melanjutkan usaha reparasi alat elektronik miliknya. Terakhir iyaa hanya tinggal saya seorang yang melanjutkan rancangan usaha ini ke pihak kampus.

Baru di bulan Januari 2014 saya mulai start usaha ini. Bisa dibilang memang saya ini masih sangat pemula sekali. Jadinya memang gak banyak persiapan apa-apa yang saya lakukan. Gak pakek pilih-pilih tempat, asal ada lokasi yang kosong dan terjangkau saya mainkan aja disitu. Alhamdulillah bisa jalan juga.

Berbagai macam pengalaman unik udah banyak saya alami dari usaha kaki lima ini. Dan memang ini adalah kali pertamanya saya jualan langsung di jalanan. Paling enggak pasti tantangan yang paling utama adalah mental. Bayangkan saja anak rumahan seperti saya mendadak jadi tukang jualan jamur di pinggiran jalan.

chaidir-pengusaha-jualan-jamur-krispi-tiraman

Sebenarnya bukan suatu hal yang gampang juga lhoh. Di satu sisi pasti ada tantangan rasa malu kalau semisal dilihat orang yang kita kenal. Iyaa kan? Tapi saya malah gak mau mikirin itu. Dan saya juga gak mau terkesan menutup-nutupi. Kalau ada teman yang mau mampir, saya malah senang. Gak perduli orang mau bilang apa. Terbukti disini saya belajar mutusin urat malu bener deh.

Saya mulai jualan sekitar jam 4 sore sampai kira-kira jam 10 malam. Terkadang pernah sampai jam 12 malam kalau lagi ramai. Dan terkadang bisa saja jam 9 sudah tutup kalau emang laris. Nah, disini juga menjadi tantangan lagi bagi saya. Karna paginya kan saya harus kuliah. Di kampus saya masuk jam 7.30 pagi sampai jam 13.30 siang. Perjalanan kurang lebih 50 menit.

Bayangkan aja tuh gimana saya mesti ngatur waktunya. Lumayan repot juga. Belum lagi kalau ada tugas. Kemarin bahkan saya pernah gak tidur satu malaman karna terpaksa harus nyiapin tugas laporan. Dan akibatnya setiap di perjalanan pulang kuliah, saya jadi sering ngantuk di jalan. Coba bayangin gimana kalau semisal saya tertidur sewaktu naik sepeda motor.

Alhamdulillah usaha ini bisa bertahan selama lima bulan. Dengan keuntungan yang cukup lumayan (pas-pasan). Sampai di bulan Juni kemarin, saya sempat sakit dan jadinya saya libur jualan. Nah, dari situ saya mulai mempertimbangkan beberapa hal, lalu saya putuskan untuk cuti panjang. Ada beberapa alasan yang membuat saya jadi harus berpikir ulang, apakah akan melanjutkan usaha ini atau tidak.

*****

Mungkin cukup sekian dulu curhat saya lewat tulisan hari ini. Saya gak tahu apakah ini ada manfaatnya atau tidak. Mudah-mudahan saja cerita ini bisa menjadi bahan inspirasi untuk Sahabat yang mungkin juga baru berencana untuk mulai membuka usaha sendiri. Saya doakan semoga rencana kalian bisa cepat terwujud. Aamiin..

Kalau kira-kira kalian punya masukan atau cerita menarik seputar pengalaman berwirausaha, boleh share aja ke saya lewat kotak komentar di bawah ini. Okay?

Sampai jumpa di curhat besok yaa!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *