7 Alasan Kenapa Harus Menghindari Debat

Saat di kampus sedang tidak ada dosen biasanya saya dan teman-teman sering ngobrol-ngobrol ringan di kelas. Mulai dari topik-topik yang ringan sampai seberat permasalahan politik nasional. Seperti kita tahu bahwa setiap orang pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Jadinya ketika ada satu topik yang dibicarakan tak jarang akan timbul yang namanya perbedaan pendapat.

Nah, perbedaan pendapat inilah yang memicu timbulnya debat. Situasi saling serang pendapat antar dua kubu yang berbeda opini tadi. Yang setuju dengan A akan terus berargumen tentang A, sedang yang setuju B akan terus mencari argumen sendiri untuk mendukung B. Iyaah kira-kira seperti itulah yang namanya debat kalau dalam bahasa sederhana saya.

Apakah kalian juga sering berdebat?

Sebenarnya debat ini agak kurang bagus menurut saya. Kenapa gak bagus? Berikut ini beberapa alasan kenapa debat itu menjadi tidak bagus untuk diikuti. Entah itu ketika suasana sudah mulai agak memuncak ataupun saat masih normal sekalipun, tetap saja lebih baik dihindari.

7 Alasan Kenapa Debat Harus Dihindari

  1. Terlalu Memaksakan Diri Sendiri
    Seperti yang saya katakan tadi, biasanya orang berdebat itu pasti memiliki argumennya sendiri-sendiri. Ketika kita punya persepsi bahwa A adalah benar, maka saat kita berada di kondisi debat secara tidak kita sadari kita akan terlalu memaksakan bahwa A tetap benar.
  2. Menilai dengan Ego
    Dalam kondisi debat biasanya penilaian sudah agak sulit ditinjau dari sisi umum. Pasti akan muncul penilaian yang asal mulanya dari ego kita sendiri. Misal, karna saya suka warna putih jadinya saya akan memilih opsi putih. Padahal belum tentu putih baik untuk semuanya.
  3. Berkurangnya Toleransi
    Masih mending ketika kita menyampaikan mau kita apa, tapi toh kita masih mau menerima diberlakukannya opsi atas suara terbanyak. Kebanyakan orang-orang yang berdebat itu pasti akan sangat sulit bertoleransi. Karna egonya terlalu tinggi, jadinya gak peduli dengan orang lain.
  4. Merasa Tidak Mau Kalah
    Hakikatnya memang manusia itu agak susah nerima kekalahan. Kalau misalkan cuman kita sendiri yang tahu kita kalah, rasanya masih agak bisa lah kita bawain biasa-biasa saja. Tapi dalam kondisi debat, pasti akan ada orang lain yang tahu. Dan kita cenderung gak nerima kalau kita dikatakan kalah dari orang lain.
  5. Memalukan Diri Sendiri
    Saking kerasnya kita, bisa jadi kita lupa bahwa pendapat yang kita perjuangkan itu rupanya memang salah. Tapi karna sudah terlanjur berkoar-koar, walaupun di pertengahan kita sadar kita salah, kita akan sangat malu untuk mengakui kesalahan tersebut. Dan pada akhirnya ketika hasil sudah terbuktikan, tetap saja kita akan malu dengan diri sendiri.
  6. Bertaruh Harga Diri
    Berdebat hampir mirip dengan pertarungan harga diri. Orang yang sudah memiliki reputasi tinggi, pasti akan terus menjaga agar dirinya tetap dianggap baik. Ketika berdebat, sudah pasti reputasi harga dirinya tersebut akan ikut terlibat. “Lihat tuh Pak Direktur aja bilang begini!”. Orang cenderung akan membawa-bawa reputasi seseorang yang baik, untuk mencoba memenangkan pendapatnya dalam debat.
  7. Buang-buang Waktu
    Ketika kita sudah mulai berdebat, bisa jadi akan memakan waktu yang lumayan lama untuk saling beradu argumen. Sayangnya waktu yang sekian jam itu hanya dipakai untuk beradu otak dalam rangka mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Istilahnya hanya untuk membuktikan siapa yang menang dan siapa yang akan kalah. Intinya kan seperti itu. Jadi bisa dibilang kegiatan debat hanya membuang-buang waktu. 
Apakah Anda gak memikirkan gimana rasanya ketika kita berada di posisi orang lain yang kalah dalam debat? Pasti tidak enak kan? Terus gimana kalau misal kita yang ada di posisi itu, iyaa tetap tambah gak enak kan? Jadi ngapain coba kita mesti capek-capek berdebat. Mending kan gak usah. Biar gak ada yang merasa pendapatnya dikalahkan dan dimenangkan.
Kalau sudah begitu kejadiannya, yang tadinya berteman baik pun bisa jadi bermusuhan. Ini sangat sering terjadi. Saya sering memperhatikan teman-teman yang berdebat, ujung-ujungnya karna tidak terima dan merasa gak mau kalah jadinya iyaa agak kurang enak jalinan pertemanan diantara keduanya. Rugi kan jadinya?
Kan memang udah wajar jika tiap orang punya opini yang berbeda-beda. Jika sudah tahu begitu, seharusnya kita kan gak usah repot-repot lagi berusaha agar orang lain menyamakan opininya dengan opini kita. Gak usah lah. Toh nanti kalau dia ngerasa opininya salah, dia akan sadar sendiri juga. Kalau kita yang ternyata salah, iyaa instropeksi diri secepatnya. 
Orang pada umumnya agak malas dinasehati orang lain. Jadi iyaudah biarin aja. Dan biasanya juga orang memiliki opini berbeda-beda karna memang input pengetahuan ke diri setiap orang kan tidak sama. Si A beranggapan ini baik karna yang dia TAHU ini baik. Si B beranggapan ini buruk juga karna dia TAHU bahwa ini buruk. Atau mungkin karna A dan B tidak TAHU bahwa ternyata ini tidak baik dan tidak buruk. Hahaha..
tujuh-alasan-kenapa-harus-menghindari-debat
Dari pada berdebat, lebih baik kita berdiskusi sekiranya memang ada suatu topik yang perlu melibatkan beberapa orang tertentu. Dan yang namanya diskusi, tentu akan lebih baik prosesnya. Karna tujuannya itu kita kan ingin mencari tahu pendapat orang lain. Lalu kemudian mencari jalan keluar yang dirasa baik untuk kita bersama-sama. 
Saya rasa sekian dulu curhat dari saya hari ini. Bagaimana dengan pendapat kalian?
Tentu kalian punya pendapat yang berbeda-beda juga kan?

Yuuk, tinggalin komentar dulu untuk tulisan ini. Biar kita bisa saling berdiskusi. 

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *