Bagaimana Cara Menjadi Ketua Organisasi?

Ketika kita berada di sekolah atau di kampus, biasanya pasti ada kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler yang bisa kita ikuti. Atau seperti kegiatan organisasi tertentu yang kita bisa bergabung di dalamnya. Bukan hanya di dalam lingkungan sekolah atau kampus itu saja. Bahkan jika kita memang benar-benar orang yang aktif, dari kegiatan luar juga bisa.

Apakah kalian pernah kepikiran untuk ikut bergabung dalam sebuah organisasi atau semacam kegiatan seperti itu?
Jika iyaa, bagus. Karna memang sudah saya rasakan sendiri manfaatnya. Dengan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif sudah pasti kita bisa mendapatkan banyak pengalaman. Dari sana kita bisa mempelajari berbagai hal. Tentunya hal-hal yang diluar dari pelajaran yang diajarkan ketika kita berada di dalam kelas. 
chaidir-menjadi-ketua-organisasi
Kegiatan Forum Bidikmisi Nasional di Jakarta (28/2/2014)
Seperti misal, kita bisa belajar untuk bersosial, belajar me-manage waktu, belajar saling membantu dan bertoleransi. Dari sana pula kita dituntut untuk bertanggung jawab. Dan masih banyak lagi manfaat lain yang bisa kita peroleh. Baik secara langsung maupun yang tidak secara tidak langsung. Mungkin bisa saja nanti setelah kita tamat/lulus, baru kita merasakan semacam ada sikap positif yang lahir di dalam diri kita. 

Menjadi Ketua Organisasi itu Menyenangkan

Bisa menjadi seorang pemimpin tentu rasanya akan berbeda dengan ketika kita jadi anggota yang biasa-biasa saja. Dari segi tugas dan tanggung jawab pun sudah jelas berbeda. Tapi walaupun kelihatannya menjadi ketua organisasi itu merepotkan, saya pribadi justru sangat senang jika bisa menduduki jabatan tertinggi tersebut dalam suatu organisasi atau kegiatan.
Kenapa? Karna iyaa beda aja gitu rasanya, sob! Dengan menjadi ketua kita bisa mengontrol semuanya semau kita. Mau gak mau kita jadi harus mengenal seluruh anggota. Kalau jadi anggota belum tentu mau akrab dengan anggota lain. Kalau ketua yang baik mestinya dia harus bisa akrab dengan seluruh anggotanya. 
Kita bisa membangun jaringan yang lebih luas. Bukan hanya mengurusi anggota saja. Tapi seorang ketua organisasi tentu akan lebih sering bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang diluar organisasinya sendiri. Istilahnya saling menjalin komunikasi diluar. Entah itu antar organisasi lain, bisa jadi berhubungan dengan perusahaan ketika mencari sponsor, berinteraksi dengan orang-orang yang sudah sukses diluar sana. Iyaah banyak lah relasi dan link yang bisa dibangun.
*****

Mendapat Kepercayaan Menjadi Ketua Organisasi

Biasanya seorang ketua dalam organisasi itu dipilih melalui rapat pengurus atau dengan cara pemilihan langsung. Iyaa berbeda-beda lah pastinya. Nah, disini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya. Kalau dipikir-pikir entah kenapa saya lebih sering diberikan kepercayaan untuk mengambil jabatan sebagai ketua dalam sebuah organisasi. Bahkan walaupun saya tidak berharap atau mengunjuk diri saya sendiri.
Beberapa pengalaman saya diantaranya :
  • Menjadi Ketua Kelas sewaktu SD (2000-2006)
  • Menjadi Wakil Ketua OSIS di SMP (2007-2008)
  • Menjadi Ketua Panitia Gebyar Merah Putih di SMP (2008)
  • Menjadi Ketua Panitia Maulid di SMK (2009)
  • Menjadi Wakil Ketua OSIS di SMK (2009-2010)
  • Menjadi Ketua Panitia Perpisahan di SMK (2010)
  • Menjadi Ketua OSIS di SMK (2010-2011)
  • Menjadi Ketua Panitia MOS di SMK (2010)
  • Menjadi Ketua 1 Forum Anak Medan (2010)
  • Menjadi Direktur Utama UNICS Organizer (2012)
  • Menjadi Ketua Pengurus Bidikmisi Angkatan (2012)
  • Menjadi Pimpinan Umum Pers Mahasiswa (2013)
  • Menjadi Ketua Pantia Outbond Bidikmisi (2013)
  • Menjadi Ketua Umum Bidikmisi Polmed (2014)
Iyaah, memang cuman sedikit dan tak seberapa lah kegiatan yang saya ikuti. Karna saya yakin masih banyak orang-orang yang diluar sana lebih aktif dan banyak pengalamannya ketimbang saya. Tapi saya pribadi cukup bersyukur bisa mendapat kepercayaan untuk menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi. Yang paling penting saya bisa mendapatkan suatu pengalaman berharga sepanjang perjalanan itu semua.
Sebenarnya kemarin di kampus saya juga sempat ditawari untuk menjadi Ketua Pengurus UKM Merpati Putih Polmed, hanya saja saya menarik diri. Dikarenakan saya ingin memulai suatu usaha di luar kampus. 
Pun juga ketika di kelas saya sering ditawari oleh teman-teman saya agar menjadi ketua kelas. Cuman lagi saya lebih mengajukan teman saya yang lain yang mungkin saja dia lebih pengen menjadi ketua. Sampai kemarin di semester baru, pemilihan dilakukan oleh dosen wali lewat voting. Alhamdulillah ternyata masih banyak yang percaya dengan saya. Saya dapat suara terbanyak imbang dengan salah satu teman saya. Tapi saya tetap pada keputusan sebelumnya, untuk tidak ngambil jabatan sebagai ketua saat ini.
*****
Saya pribadi sebenarnya bukan tipe yang terlalu berambisi untuk merebut kekuasaan di dalam sebuah organisasi. Prinsipnya ketika saya bergabung dalam sebuah organisasi, saya pengennya bisa membuat sesuatu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Iyaa hanya itu yang saya pegang. Jadi saat saya masuk di organisasi tertentu saya akan melihat seperti apa kinerja pengurus yang sebelumnya. Lalu disaat saya mendapat kesempatan untuk memimpin saya akan berusaha membuat suatu yang lebih baik.
Pada dasarnya, ketika memang diri kita itu mampu pasti orang akan lihat. Rasanya agak berbeda ketika kita melihat orang yang memang punya kemampuan dalam dirinya dengan orang yang mengunjuk diri untuk menjadi ketua hanya karna ingin coba-coba atau tidak serius. Buktinya, ketika diadakan semacam forum pemilihan audiens secara umum pasti akan cenderung memilih yang menurutnya baik. Dan keseringan saya perhatikan bahwa pilihan audiens terbanyak akan jatuh pada calon pemimpin yang tepat. 
Jadi, jika kalian juga ingin menjadi ketua organisasi perbaiki lah diri dan sikap mulai sekarang ini. Karna bagaimanpun sikap dan tingkah laku kalian akan kelihatan oleh orang lain. Orang-orang bisa membuat penilaian. Kita tidak harus berpura-pura demi mendapatkan suatu jabatan tertentu. Jadilah apa yang ada dalam diri kita sendiri. Jika kita baik bertindaklah dengan baik. Jika kita buruk? Apa mau ditutup-tutupi? Tidak. Lebih baik iyaa dirubah.
Sekian dulu curhatan saya malam hari ini. Semoga ada manfaatnya (walaupun sedikit).
Sampai jumpa besok!!
Salam Semangat,

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *