Saya Sebenarnya Bosan Memakai Kacamata

Awal mula saya tahu bahwa ternyata mata saya rabun adalah ketika saya sudah masuk di jenjang SMP. Dulunya saat di masa SD saya kan seringnya selalu duduk di urutan bangku paling depan. Jadinya mungkin itulah kenapa saya merasa aman-aman aja dengan mata saya ini. Melihat tulisan di papan tulis masih oke-oke aja waktu itu. Tapi saat udah di SMP gitu saya duduk di urutan bangku belakang, barulah saya agak kebingunan. Lihat tulisan di papan tulis udah gak jelas ternyata.

Mulai dari situ saya sadar bahwa saya sudah kenak rabun jauh. Cuman karna saya ini orangnya pemalu waktu itu, jadi entah kenapa saya agak kurang percaya diri kalau harus pakek kacamata. Pernah pertama-tama saya cobain untuk memakai kacamata dari rumah sampai di sekolah. Tapi gitu ada yang becandain penampilan baru saya dengan kacamata tersebut saya malah jadi tambah minder.

Jadinya, saya hanya memakai kacamata sewaktu pas berada di dalam kelas saja. Diluar jam belajar, saya lebih suka melihat tanpa memakai kacamata. Walaupun sebenarnya melihat wajah orang-orang disekitar pun rada-rada gak jelas. Tapi entah kenapa saya malah betahnya begitu. Lucu memang. Sok keren aja kali. Perasaan diperhatiin orang-orang. Padahal mau pakek kacamata mau enggak kek, mana lah orang peduli. Iyaa kan?

bosan-memakai-kacamata

Akhirnya iyaa sepanjang saya di SMP begitu terus. Saya cuman mau makek kacamata sewaktu pas belajar di kelas aja. Saat lanjut di SMK juga sama. Saya masih grogi kalau harus memakai kacamata. Sebenarnya sih kebiasaan ini gak bagus juga katanya. Lebih baik kalau udah pakek kacamata, iyaa dipakek aja terus. Gak usah buka pakek buka pakek gitu. Tapi saya aja yang tetap bandel.

Bosan Memakai Kacamata Beda dengan Soft Lens

Kemudian di akhir masa-masa SMK saya mulai kenal dengan yang namanya soft lens atau kontak lensa. Jadi kontak lensa ini cara makeknya adalah dengan langsung ditempel ke mata. Karna dia bentuknya persis seperti lensa yang ukurannya pas dengan diameter lingkar pupil mata kita. Dikatakan soft lens bisa jadi karna benda ini terbuat dari bahan yang lembut. Bukan kaca lebih seperti plastik agak kayak karet juga.

Banyak pendapat memang yang mengatakan penggunaan soft lens ini kurang bagus. Bisa-bisa kalau kita salah dalam penggunaannya akan berakibat fatal. Tapi kalau kita hati-hati, kemungkinan seperti itu agak jarang sekali terjadi. Jadi iyaa tergantung orang yang mau makeknya juga. Paling tidak minimal kita harus menjaga tangan agar tetap steril.

Masalah paling sering adalah dikarenakan abu dan debu. Saat memakai soft lens rasanya akan sangat mengganggu jika ada sesuatu yang masuk ke mata kita. Seperti abu misalnya. Jadi iyaa akan terasa mengganjal. Bawaannya pengen di-kucek kucek gitu. Padahal iyaa gak boleh. Lebih baik kalau seperti itu ditetes aja dengan obat mata atau cairan untuk soft lens-nya.

Iyaa intinya kalau memang tidak penting memang bagusnya gak usah pakek soft lens. Kalau cuman mau gaya, untuk apa? Kalau memang pas lagi ada sewaktu-waktu tertentu boleh lah.

Saya pribadi kemarin pernah juga nyobain pakek soft lens. Seperti misal ketika di sekolah ada acara. Karna saya masih jaim pakek kacamata jadinya saya pakek soft lens. Kalau enggak pakek apa-apa, jelas saya gak akan kenal siapa orang-orang yang ada di depan saya. Mau lihat tulisan-tulisan pun pasti jadi susah.

Memang tentu rasanya lebih menyenangkan ketika kita memakai soft lens ketimbang pakek kacamata. Kenapa? Terkadang kalau terlalu lama pakek kacamata pun bisa membuat kita lebih cepat pusing. Mungkin saja karna gagangnya itu menjepit ke bagian kepala. Jadinya peredaran urat-urat syaraf ke otak pun kurang lancar. Nah, kalau pakek soft lens ini udah kayak orang normal aja jadinya. Gak perlu lagi ada frame kacamata yang terasa mengganggu. Enak laah pokoknya.

Gimana kalian mau coba?

*****

Kembali ke topik. Akhirnya saya baru mulai membiasakan diri memakai kacamata itu sewaktu udah masuk ke perkuliahan. Jadi saat udah menjadi mahasiswa, saya lebih cuek dan gak terlalu mikirin pendapat orang. Saya mencoba untuk lebih lepas menjadi diri saya sepenuhnya. Tanpa harus ada yang ditutup-tutupi. Sifat malu-malu, gak pede dan agak jaim semuanya saya coba hilangkan. Jadinya iyaa seperti sekarang ini.

bosan-memakai-kacamata-pakek-soft-lens

Tapi kalau ditanya betah apa enggaknya, saya memang merasa kurang betah juga pakek kacamata lama-lama. Kali ini bukan karna gak pede pakek kacamata. Terkadang iyaa itu saya agak merasa cepat pusing kalau kelamaan pakek kacamata. Biasanya kalau udah gini tanda mau nambah minus. Cuman enggak pun karna itu, tetap aja faktanya mata kita bisa lebih cepat lelah kalau pakek kacamata.

Makanya sesekali saya sering juga buka kacamata. Atau terkadang saya tetap pakek cara alternatif yang tadi. Yaitu makek soft lens.

Apa kalian punya cara lain? Tinggalkan lewat kotak komentar aja yaa.

Sampai jumpa di tulisan curhat chaidir.web.id berikutnya!

Salam Semangat,
[email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *